Lompat ke konten
Ryan Riandi
Semua portofolio
E-commerce & komunitas2026

Audit sistem berjalan dan rencana revamp toko online komunitas

Pemeriksaan platform yang dibangun relawan beberapa tahun lalu, penyusunan design system dan prototype, serta dua opsi lingkup kerja. Seluruhnya dikerjakan sebelum kontrak ditandatangani.

Konteks

Sebuah organisasi mengelola toko online khusus untuk anggotanya. Platformnya dibangun beberapa tahun lalu oleh relawan dan masih berjalan, tapi tampilannya sudah tertinggal dan pengelolaannya memberatkan. Mereka ingin tampilan baru sekaligus mempertimbangkan membuka platform untuk banyak penjual.

Permintaan yang masuk berupa redesign. Setelah diperiksa, kebutuhannya lebih luas dari itu, dan sebagian yang mereka inginkan justru sebaiknya tidak dibangun.

Persoalannya

Temuan dari pemeriksaan sistem berjalan

Frontend memakai perkakas yang sudah resmi dihentikan vendornya sejak awal 2025, sehingga tidak akan menerima perbaikan keamanan lagi. Backend berupa monolit tanpa kontainerisasi dan tanpa pemantauan, sehingga penurunan performa baru diketahui setelah pengguna mengeluh. Palet warna juga berbeda-beda antar halaman karena tidak pernah ada acuan tertulis.

Kekhawatiran klien soal konsistensi tampilan depan dan belakang

Keluhan ini mereka bawa dari pengalaman sebelumnya. Jawabannya berupa prototype untuk kedua sisi sekaligus: halaman toko, halaman penjual, dan dasbor pengelola, semuanya memakai satu berkas token yang sama.

Multi-penjual merupakan pembangunan baru, bukan penyesuaian

Model yang berjalan saat ini adalah penjual tunggal dengan skema komisi afiliasi. Membuka platform untuk banyak penjual berarti menambah pendaftaran penjual, persetujuan produk oleh pengelola, perhitungan komisi, dan penyelesaian pembayaran. Selisih beban kerjanya besar dan perlu disampaikan apa adanya sejak awal.

Pendekatan

  • Design system disusun lebih dulu sebagai satu berkas token yang memuat warna, tipografi, jarak, grid, dan komponen. Ada skrip yang menyalinnya ke semua prototype sekaligus memeriksa penyimpangan, sehingga perubahan satu warna cukup dilakukan di satu tempat.
  • Lima prototype HTML dibuat dan bisa dibuka langsung di browser tanpa server: halaman depan toko, halaman penjual, serta dasbor pengelola dan anggota. Foto produk asli dipakai supaya klien menilai sesuatu yang mendekati kondisi sebenarnya.
  • Lingkup dipecah menjadi dua opsi yang berdiri sendiri, sehingga klien bisa memilih sesuai anggaran tanpa harus menerima atau menolak satu paket besar.

Keputusan yang diambil

Berikut alternatif yang ditolak dan alasannya.

Menyarankan klien tidak membangun fitur saldo

Klien menginginkan dompet digital di dalam platform. Rekomendasi saya adalah tidak membangunnya, karena menyimpan dan memindahkan uang pengguna di Indonesia menuntut perizinan uang elektronik yang beban administratif dan kepatuhannya tidak sepadan untuk skala mereka. Penyelesaian pembayaran ke penjual lewat transfer terjadwal memenuhi kebutuhan yang sama. Rekomendasi ini menghapus salah satu bagian termahal dari penawaran kami sendiri.

Migrasi perkakas frontend dimasukkan ke opsi paling dasar

Bisa saja ditawarkan sebagai tambahan berbayar terpisah supaya angka opsi dasarnya terlihat lebih menarik. Pilihan itu ditolak karena memperbarui tampilan di atas fondasi yang tidak lagi didukung berarti pekerjaan yang sama harus diulang satu sampai dua tahun kemudian.

Kebutuhan Anda mirip dengan proyek ini.

Kalau iya, pembahasannya biasanya lebih cepat karena persoalannya sudah pernah saya tangani. Kalau berbeda sama sekali juga tidak masalah, silakan ceritakan.

Saya bekerja penuh waktu di sebuah software house, jadi proyek luar saya ambil dengan lingkup dan jadwal yang disepakati di awal. Balasan biasanya masuk dalam satu hari kerja.